JADILAH SEBAHAGIAN DARI MEREKA YANG SUKA KETAWA...!!!

Jumaat, 17 Disember 2010

MATAHARi KiAN MENDEKATi BUMi...???

Profesor Riset dan Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, terkejut dengan khabar angin tentang cuaca ekstrim yang beredar melalui SMS, diatas nama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofizik (BMKG).

Dalam tulisan blognya yang diposting, Thomas menegaskan bahawa adalah suatu yang tidak benar yang mengatakan pada bulan April matahari tengah mendekati atau tengah berada pada titik terdekatnya dengan Bumi.

"Informasi tersebut jelas menyesatkan," tegasnya. Thomas menjelaskan, orbit bumi mengelilingi matahari yang sedikit lonjong menyebabkan bumi mendekati dan menjauhi dari matahari secara teratur. Jarak terdekat antara bumi ke matahari iaitu perhelion adalah 147 juta km, terjadi setiap awal Januari. Jarak terjauhnya, aphelion, pada jarak 152 juta km terjadi setiap awal Julai.

"Jadi, bulan April tidak ada fenomena jarak bumi ke matahari semakin dekat. Dengan demikian informasi lainnya juga tidak benar. Kalau pun bumi berada pada jarak terdekat dengan matahari, radiasinya tidak signifikan variasinya. Jadi tidak ada kesan apa pun," terangnya.

Thomas menduga, mungkin ada pihak tidak bertanggung jawab yang mengaitkannya dengan hawa lebih panas yang terjadi sekitar Mac sehingga April. "Fenomena lebih panas suhu udara di sebahagian besar kota di Indonesia pada Mac sehingga April, tidak mempunyai kaitan dengan jarak bumi ke matahari," katanya.

Dijelaskan pula oleh Thomas, SMS menyesatkan semacam ini bukan pertama kalinya. Pada April tahun lalu, pernah beredar SMS yang tidak jelas sumbernya. Isinya mengatakan bahawa akan terjadi kondisi di mana jarak matahari ke bumi semakin dekat dan radiasinya akan merosakkan kulit. Itu sebabnya, masyarakat diminta agar tidak mengenakan pakaian hitam. SMS yang isinya hampir sama itu rupanya tersebar lagi di bulan April tahun ini, bahkan sampai menyebutkan akan terjadi kenaikan suhu hingga empat darjah celcius.

"Data suhu rata-rata di beberapa kota memang menunjukkan dua puncak sekitar Mac hingga April dan juga September hingga Oktober. Hal itu terjadi kerana faktor  peralihan angin pada musim pancaroba," kata Thomas.

Saat musim peralihan, iaitu Mac-April-Mei dan September-Oktober-November, angin cenderung lemah dan bersifat lokal, sehingga tidak ada efek pendinginan. "Radiasi panas (inframerah) dari permukaan yang panas relatif tidak tersebar. Efek panas di kota makin terasa pada musim peralihan ini," tutupnya.

0 Korang Belasah Je Nak Cakap Apapun:

Catat Ulasan