JADILAH SEBAHAGIAN DARI MEREKA YANG SUKA KETAWA...!!!

Ahad, 19 Disember 2010

" i LOVE YOU MORE THAN YOU LOVE ME "...!!!

Detail Berita
AKU mencintaimu lebih dari kamu mencintaiku. Adalah biasa dalam suatu hubungan baru di mana satu orang merasa lebih mencintai dari yang lain, sementara pihak yang lain memerlukan waktu untuk menyamakan cintanya. Namun, bagaimana kalau cinta itu tak juga seimbang?

Rasanya begitu membahagiakan saat Anda merindukan panggilan telefon darinya, lalu dia pun menjawab kerinduan Anda. Namun rasa cinta mulai terbungkus obsesi saat Anda mencintainya lebih dari cinta yang dia berikan.

Obsesi mulai hancur saat ia mundur perlahan. Dalam cara yang sakit, sebenarnya ini adalah apa yang Anda sukai. Mengatur diri ketika disakiti tentu sebuah eksistensi yang sangat menyedihkan.

"Hal yang biasa dalam suatu hubungan baru di mana satu orang merasa lebih cinta dari yang lain, sementara pihak yang lain memerlukan waktu untuk menyamakan cintanya. Namun, jika hal tersebut berlangsung lebih dari tiga sampai enam bulan, hubungan mungkin ditakdirkan untuk berakhir," kata Jennifer Oikle Ph.D., psikologi hubungan MySoulmateSolution.com.

Ia menyarankan, cara mengatasinya adalah dengan membatasi perhubungan, baik frekuensi mahupun kedalamannya, untuk jangka waktu tertentu.

"Jadi, Anda melangkah perlahan sambil tetap menjaga cinta Anda, misalannya menelefonnya hanya beberapa kali seminggu (bukan setiap hari), tidak mengirim email terus-menerus, hanya bertemu sekali seminggu, dan sebagainya," ujar Jennifer.

Dia menegaskan, memberi obsesi cinta dan bermati-matian mengejar si dia justeru akan membuatnya berundur. Namun sebaliknya, jika Anda boleh memberinya ruang untuk bergerak, sikap demikian baginya bak sebuah magnet untuk menariknya kembali pada Anda.

"Jadi, Anda juga harus mengendalikan kasih sayang verbal dan fizik yang ditunjukkan. Biarkan dia datang. Biarkan dia menunjukkan kasih sayangnya. Ini akan memberinya cukup ruang untuk bernafas. Jika cinta, ia akan mendekati Anda, tapi jika tidak, masih banyak idaman lain di luar sana," katanya.

Semak beberapa tip lain dari Dr Jennifer, seperti diulas Galtime:

Jalan perlahan

Jangan berterusan menunjukkan rasa cinta yang menggebu. Kenali ia dengan baik, jadi Anda tidak jatuh cinta hanya dengan rayuannya, tapi pada siapa dia sebenarnya dan apa yang dia tawarkan, bukan apa yang Anda harapan ia akan menawarkannya pada Anda.

Batasi khayalan


Jangan terus memikirkannya setiap waktu, kerana berpeluang besar menciptakan obsesi, yang jelas tidak didasarkan pada siapa dia, tapi khayalan Anda tentangnya. Tentu, melangkah ke hubungan berikutnya akan lebih mudah.

Batasi bayangan masa depan

 
Jangan membayangkan rencana masa depan Anda dengan menyertai si dia di dalamnya. Kecuali, Anda sudah tahu bahawa dia layak menjadi bahagian besar dari hidup Anda. Stay in a moment. Nikmati apa yang ada di depan Anda dan lepaskan keharusan untuk mendefinisikan "rasa apa ini" atau "bagaimana hubungan selanjutnya". Nikmati saja dengan tetap berusaha mewujudkan, tapi tanpa membesarkan harapan.

Tetap aktif dalam hidup Anda

Pastikan Anda tetap berghairah dalam hidup dan masa depan Anda. Tetap aktif dengan teman, hobi, dan kegiatan yang tidak melibatkan si dia. Jika dunia Anda tidak berputar di sekitarnya, dan memposisikannya hanya sepotong kecil dunia Anda, maka Anda akan mampu solid, stabil, dan tidak rentan saat ia meninggalkan Anda. Namun jika ia terus memenuhi hari-hari Anda, Anda akan hancur.

Cintai diri

 
Jangan pernah menghapuskan rasa cinta dan penghargaan Anda terhadap diri hanya kerana sikapnya yang merendahkan. Anda cantik, berbakat, dan berhak dicintai!.

"Jangan ragu untuk meminta ruang yang Anda perlukan, tanpa menyalahkannya. Bantu dia mengerti bahawa keinginan tersebut hanya merupakan bahagian diri Anda. Beri waktu untuk melihat apakah perasaan Anda yang akhirnya tumbuh untuk bersama dengannya, dengan waktu dan ruang yang memadai," jelas Dr Jennifer.

Dan, jika perasaan tetap tidak seimbang untuk waktu yang lama, Dr Jennifer menyarankan Anda untuk mengenang kembali hubungan.

"Ini jenis hubungan yang tidak tenang dan menyakitkan bagi kedua-dua belah pihak. Untuk pihak yang selalu mengejar akan sakit hati kerana terus berusaha, sedangkan bagi pihak yang selalu menarik diri, merasa tercekik dan bersalah bahawa dia tidak boleh memberikan apa yang diinginkan kekasihnya," paparnya.

"Pada akhirnya hubungan seperti itu akan memerlukan usaha dan rasa sakit yang terlalu banyak. Mengapa tidak mencari seseorang yang lebih boleh mencintai Anda?,“ kata Dr Jennifer.

0 Korang Belasah Je Nak Cakap Apapun:

Catat Ulasan