JADILAH SEBAHAGIAN DARI MEREKA YANG SUKA KETAWA...!!!

Khamis, 25 November 2010

OOHH...!!! DEMAM CAMPAK HANYA SEKALI SEUMUR HIDUP...!!!

Detail Berita
"MUNGKINKAH anak bisa kena campak dua kali?  Pertanyaan tersebut sering dilontarkan oleh ibu-ibu. Pasalnya, gejala campak adalah mirip dengan gejala penyakit lain. Walhal tak banyak orangtua yang menganggap anaknya terkena campak lagi. Padahal sebelumnya sudah terkena campak.
Campak Hanya Sekali!

Ditegaskan oleh dr Gladys Rasidy SpA dari Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta bahawa campak - virus morbili (paramiksovirus) - hanya terjadi sekali seumur hidup. Namun, jangan anggap remeh kerana campak boleh menimbulkan komplikasi.

“Kalau dikatakan 2 sampai 3 kali terkena campak itu salah, boleh jadi diagnosisnya yang tidak benar,” ujarnya.

Gejala dan Penularan

Kerana virus campak terdapat dalam darah, cairan hidung dan tenggorok, perhatikan gejalanya. Ini kerana, gejala campak hampir sama dengan flu biasa, seperti batuk, selesema dan demam. Inilah mengapa gejala campak agak sukar dikesan secara biasa.

Nah, disebut campak jika demam berlanjutan dengan timbulnya bercak-bercak merah. Tapi kadangkala orangtua sering salah menganggap bila anak demam tinggi tapi tidak mengeluarkan bercak-bercak merah, ertinya campak tidak keluar. Tanpa bercak merah, meskipun demam tinggi, itu bukan campak. Untuk itu, para ibu jangan membuat kesimpulan sendiri sebelum dibawa ke doktor.

Penularan penyakit ini berlangsung sangat cepat melalui perantara udara atau semburan / percikan ludah (droplet) yang terhidu oleh hidung atau mulut melalui penghidap campak. Dan ini terjadi pada masa fasa kedua hingga 1-2 hari setelah bercak merah timbul.

Fasa Campak

Fasa masa inkubasi
Masa dari jangkitan dengan virus sampai mulai timbulnya gejala berlangsung berkisar antara 10-12 hari. Memang agak sukar mengenali infeksinya kerana gejalanya masih umum, tidak terlihat sama sekali. Mungkin timbul gejala demam, tapi bercak-bercak merah yang merupakan ciri khas campak belum keluar.

Fasa awal (prodromal)
Umumnya campak berlangsung di antara 4-5 hari. Ditandai dengan demam, sukar bernafas, sakit otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), adanya gangguan pada saluran pernafasan, batuk serta gangguan pada saluran pencernaan.

Pada ketika ini, gejalanya hampir mirip influenza. Ciri khas terdapat bercak putih (bercak Koplik) di dinding pipi bahagian dalam. Segeralah ke doktor jika gejala di atas mulai muncul. Jangan sampai tunggu munculnya bercak-bercak merah untuk mengantisipasi penyakit tersebut.

Fasa timbulnya bercak (erupsi)
Terjadi berkisar 2-3 hari setelah gejala awal. Ditandai dengan demam meningkat, bercak merah menular ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan hilang sekitar hari ketiga. Kadangkala disertai muntah.

Kebiasaannya doktor akan mengusahakan agar bercak merah pada anak tidak sampai muncul di sekujur tubuh. Bila sudah menular ke seluruh tubuhnya yang dipenuhi bercak, ini bererti campaknya cukup berat. Apalagi jika disertai gejala komplikasi, seperti; infeksi saluran pernafasan (Bronkopnemonia), demam kuat, ensefalitis (radang otak), infeksi telinga (Otitis Media), infeksi laring (laryngitis).

Fase masa penyembuhan (konvalesen)
Pada waktu ini, gejala-gejala di atas akan beransur pulih. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi. Adanya kulit kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi) dan ia merupakan tanda penyembuhan.


Jika si Kecil Terkena Campak
Berikanlah vaksinasi campak! Walaupun pemberian vaksinasi bukan jaminan seorang anak akan bebas dari penyakit campak, tetapi ia kan meminimumkan penyakit tersebut dari terjadinya komplikasi yang berbahaya.

Imunisasi campak sebaiknya diberikan saat si kecil berusia 9 bulan, diikuti pemberian imunisasi MMR pada usia 15 bulan, dan imunisasi campak berikutnya (ulangan) diberikan pada usia 6 tahun.

Nah, berikut apa yang harus dilakukan oleh para ibu jika si kecil terkena campak:
- Anak yang menderita campak sebaiknya dijaga kebersihan tubuhnya dengan tetap memandikannya.

- Anak perlu beristirahat yang cukup. Bila campaknya ringan, anak cukuplah sekadar dirawat di rumah. Namun, kalau campaknya berat atau sampai terjadi komplikasi maka harus dirawat di hospital.

- Penderita campak perlu dirawat di tempat tersendiri (isolasi) agar tidak berjangkit kepada yang lain, khususnya bila ada bayi di rumah yang belum mendapat imunisasi campak.

- Sebaiknya tingkatkan daya tahan tubuh penderita campak dengan memberikan asupan makanan bergizi seimbang dan cukup.

- Berikan minuman yang cukup dan makanan yang mudah dicerna, kerana anak yang terkena campak akan terkena infeksi lain, seperti radang tenggorok, flu, atau lainnya. Walaupun telah sebulan sembuh, daya tahan tubuh penderita yang masih lemah.

- Berikan ubat penurun panas bila demam. Ubat dan cairan yang cukup haruslah diberi agar tidak terjadi dehidrasi.

- Lakukan pengubatan yang tepat dan dibawah pengawasan doktor.

0 Korang Belasah Je Nak Cakap Apapun:

Catat Ulasan