JADILAH SEBAHAGIAN DARI MEREKA YANG SUKA KETAWA...!!!

Isnin, 29 November 2010

ILMUWAN AGAMA BANTAH TEORI HAWKING...!!!

Kenyataan kontroversi yang dilontarkan ahli fizik Stephen Hawking yang menyatakan Tuhan tidak berperanan turut serta dalam pencipataan alam semesta, dibantah dengan lantang para ilmuwan agama di Inggeris.

Menurut Uskup Besar Cartenbury, apa yang disampaikan oleh Hawking merupakan teori yang salah dan tidak boleh diterima. Menurutnya, ilmuwan tersebut tidak boleh menyebutkan secara tepat mengapa 'sesuatu itu boleh terjadi'.

"Percaya kepada Tuhan bukan bererti mengisi kekurangan dalam menjelaskan hubungan satu dengan yang lain dalam hal alam semesta. "Tapi percaya bahawa ada zat Maha Cerdas, tempat semua hal bergantung kepada-Nya," kata Williams, seperti yang dipetik oleh CNN.

Sementara itu Anggota Komitee Muslim Inggeris, Ibrahim Mogra sependapat dengan Uskup Harris. Menurutnya, alam semesta jelas menunjukkan ada sesuatu yang menciptakannya.Sesuatu itu adalah Yang Maha Kuasa.

Sebelumnya, Profesor Hawking percaya bahawa hukum fizik adalah faktor utama terjadinya Big Bang, sebuah ledakan besar yang menyebabkan terbentuknya alam semesta. Jadi pencipta alam semesta bukanlah Tuhan, seperti yang diceritakan di dalam kitab-kitab suci semua agama.

Dalam buku yang berjudul 'The Grand Design', Profesor Hawking membuat kesimpulan bahawa alam semesta tercipta berkat adanya hukum graviti. Dengan demikian alam semesta mampu dan akan menciptakan dirinya sendiri daripada asalnya tiada.

 

4 Korang Belasah Je Nak Cakap Apapun:

fairusmamat berkata...

Orang barat ni memang dungu.. Bodoh. Samalah macam teori Darwin dulu yang mengatakan manusia ni keturunan monyet. Kita nak mengaku ke kita keturunan monyet. Kan kita ni keturunan Nabi Adam. Memang cukup sifat manusia.

KARTUNIS CERI berkata...

tula bahayanya kalau sains itu sendiri tidak bergerak selari dengan Islam...

Ron Krumpos berkata...

In "The Grand Design" Hawking says that we are somewhat like goldfish in a curved fishbowl. Our perceptions are limited and warped by the kind of lenses we see through, “the interpretive structure of our human brains.” Albert Einstein rejected this subjective approach, common to much of quantum mechanics, but did admit that our view of reality is distorted.

Einstein’s Special Theory of Relativity has the surprising consequences that “the same event, when viewed from inertial systems in motion with respect to each other, will seem to occur at different times, bodies will measure out at different lengths, and clocks will run at different speeds.” Light does travel in a curve, due to the gravity of matter, thereby distorting views from each perspective in this Universe. Similarly, mystics’ experience in divine oneness, which might be considered the same "eternal" event, viewed from various historical, cultural and personal perspectives, have occurred with different frequencies, degrees of realization and durations. This might help to explain the diversity in the expressions or reports of that spiritual awareness. What is seen is the same; it is the "seeing" which differs.

In some sciences, all existence is described as matter or energy. In some of mysticism, only consciousness exists. Dark matter is 25%, and dark energy about 70%, of the critical density of this Universe. Divine essence, also not visible, emanates and sustains universal matter (mass/energy: visible/dark) and cosmic consciousness (f(x) raised to its greatest power). During suprarational consciousness, and beyond, mystics share in that essence to varying extents. [quoted from my e-book on comparative mysticism]

Ibnu_ghazali berkata...

setiap daripada pendapat ilmuan adalah atas dasar pemerhatian diri sendiri..

bagi saya, encik stephen hawking tu masih lagi tak terdedah dengan dunia yang serba luas ni. tak mengalami susah payah kehidupan, tidak merasakan 'kekayaan' spiritual.. dan macam-macam lagi..

tapi, bak kata stephen hawking, big bang berlaku atas berkat daya graviti.. so, sapa ciptakan graviti ek??hehe

Catat Ulasan